Postingan

Menjadi UI Designer - Bagian 2, Menyertakan alasan

Gambar
Dalam artikel sebelumnya saya membahas beberapa langkah awal menjadi UI Designer, dan artikel ini merupakan kelanjutannya. Oke…. Jadi kita mulai dari mana? Oh iya, User… Saat mendesain sebuah UI, pikirkanlah bagaimana nanti user memakainya. Untuk melatih hal itu, biasakanlah mendesain dengan sebuah alasan. Apa artinya? Design yang Anda buat, komponen yang Anda buat, sebaiknya memiliki alasan yang kuat kenapa diletakkan seperti itu atau berbentuk seperti itu. Contoh Pertama Kenapa menu nya ada dibawah? Karena app ini memiliki 3 menu utama. Dan dalam penggunaan app ini, user cenderung berpindah-pindah dari menu satu ke menu utama lain-nya dalam selang waktu relatif singkat. Maka dari itu, untuk mempermudah user , 3 menu utama ditaruh di bawah dan sisanya ditaruh di menu more yang terletak di paling kanan. Kenapa ada tulisan yang tebal dan ada yang tidak tebal? Ini adalah menu Inbox, tulisan yang tebal sebagai penanda belum dibaca. Dan yang tidak tebal sebagai penanda sudah pernah dibac...

Menjadi UI Designer - Bagian 1, Membuat UI

Gambar
Belakangan ini Anda pasti sering mendengar istilah UI Designer. Ya… UI Designer merupakan kependekan dari User Interface Designer. Apa kerjaannya?, membuat tampilan(interface) untuk produk digital (Website, app, smartwatch, smart TV, dll) Menjadi UI Designer Seperti namanya, (UI) User Interface. Maka ada 2 hal yang harus diperhatikan oleh seorang designer saat membuat UI, yaitu User dan Interface. berikut gambarannya Untuk menghasilkan UI (User Interface) yang baik, Anda harus memperhatikan 2 hal diatas. Kata User ditempatkan di depan kata Interface, karena UI yang baik selalu memperhatikan dan mengutamakan user. UI yang baik akan membantu user. Dan, UI yang baik akan membuat user nyaman menggunakannya. Hal itu yang harus Anda pegang, jika ingin menjadi UI Designer. Ya, Anda harus selalu mengutamakan user. :) Memulai menjadi UI Designer Tapi, untuk memulai menjadi UI Designer Anda boleh men-skip bagian User- nya dan fokus di Interface- nya dulu. Terlihat seperti menjerumuskan ke arah y...

Apakah user menggunakan design kita sesuai dengan yang kita bayangkan?

Gambar
Saat membuat design, saya menempatkan fungsi search di atas, karena kebanyakan website saat ini menaruh fungsi search diatas. Lalu saya juga menaruh semua menu di hamburger menu, karena berasumsi bahwa user telah familiar dengan hamburger menu. Tapi pertanyaannya, apakah user akan menggunakan design yang saya buat sesuai dengan apa yang saya bayangkan? Dari design di atas, saya menaruh menu Browse Category ada di pojok kiri atas. Dengan asumsi, Jika user ingin melihat semua kategori, user akan mengklik menu tersebut. Salah satu cara untuk mencari tahu apakah asumsi saya tepat atau tidak, bisa dengan melakukan user testing. Apa itu user testing? Simple-nya adalah mengundang orang-orang yang sesuai dengan target pengguna website/app kita. Lalu menunjukkan design yang telah kita buat kepada mereka. Dan meminta mereka untuk melakukan beberapa hal (tasks), untuk mencari tahu bagaimana mereka menggunakan design yang kita buat.  Dan meminta mereka untuk melakukan beberapa hal (tasks), unt...

Dear Designer, sebelum membuat solusi ketahuilah masalah yang sebenarnya

Gambar
Sebagai designer, dalam membuat solusi kita harus memikirkan beberapa hal yaitu…. hmmm… mungkin artikel kali ini sebaiknya saya ceritakan dengan cara yang lain. saya ada cerita menarik untuk Anda :) Di suatu sore yang cerah…… Mr X: “Hai, siapa namamu?” Andi: “Namaku Andi” Mr X: “Halo Andi, tampaknya kau suka bermain sepakbola” Andi: “Iya. Setiap pulang sekolah aku selalu bermain sepakbola :D” Mr X: “Kalau di hari libur?” Andi: “Di hari libur aku bermain sepakbola, di pagi dan sore hari :D” Mr X: “Wow! , apa klub favoritmu?” Andi: “Manchester United!!!, dadah om..., aku pergi ke lapangan dulu :D” Mr X: “Oke!, jangan lupa mencetak gol Andi! :D” Suatu sore di taman... Mr X: “Hai Andi, tumben kamu tidak bermain sepakbola?” Andi: ………. Mr X: “Kenapa kamu masih memakai seragam sekolah?, kamu belum pulang? Kenapa mukamu tampak sedih?” Andi: “Aku baru saja menerima hasil ulangan harian matematika ku om…” Mr X: “Lalu?” Andi: “Nilaiku turun om, padahal matematika pelajaran yang menentu...

Beranikan dirimu selama 20 detik

Gambar
Ketakutan biasanya hanya ilusi selama  20 detik Beberapa tahun yang lalu saya berada di suatu seminar, si pembicara berkata “Ada yang ingin bertanya? silahkan angkat tangan.” saya sangat ingin bertanya, tapi takut untuk mengangkat tangan. Akhirnya saya urungkan niat untuk bertanya karena takut terlihat konyol saat berbicara di depan banyak orang. Di waktu yang lain, saya berada di suatu diskusi, memiliki sebuah ide, dan sangat ingin menyampaikan ide itu. Tapi akhirnya saya memilih diam karena takut bahwa ide yang saya sampaikan tidak berbobot, dan akhirnya akan membuat saya terlihat bodoh di depan banyak orang.  Ya, berbicara di depan banyak orang merupakan ketakutan terbesar saya. “Sometimes all you need is twenty seconds of insane courage. Just literally twenty seconds of just embarrassing bravery. And I promise you, something great will come of it.” Mungkin kalian pernah mendengar quote diatas. Ya, quote diatas ada di film We Bought a Zoo . Di film itu terdapat adegan dima...

Belajar untuk menjadi “bodoh”

Gambar
Apa hal yang paling Anda kuasai saat ini?. Apakah bermain sepakbola? Programming? Menggambar? Menari? Bermain musik? atau Memasak? Beberapa tahun yang lalu, hal yang Anda kuasai saat ini, bisa jadi adalah hal yang sulit untuk Anda lakukan. Jika saat ini Anda jago memasak, ingatlah kembali masa dimana seluruh masakan yang Anda buat terasa asin, lalu Anda belajar untuk memperbaiki rasa masakan Anda. Anda meminta saran ke orang-orang, Anda bertanya ke orang-orang, Anda menerima masukan dari orang-orang, Anda membaca buku resep, dan pada akhirnya masakan Anda terasa seperti masakan restoran bintang lima. Rasanya menyenangkan bukan? :) Belajar membuat kita mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak kita ketahui. Dan membuat kita menguasai sesuatu yang sebelumnya tidak kita kuasai.  "Dalam proses belajar ada satu hal penting yang harus ada, yaitu merasa bodoh." Merasa bodoh membuat kita membuka pintu pikiran selebar-lebarnya untuk setiap ilmu yang datang. Merasa bodoh membuat kita ba...

5 Pekerjaan di masa lalu yang membantuku menjadi designer yang lebih baik — Jessica Phan

Gambar
Aku sadar bahwa perjalananku menjadi designer cukup unik. Kalian tahu?, jalur yang dulu pernah aku ambil sangat jauuuuuuh dari dunia design. Sangat tidak menarik untuk dicantumkan di CV seorang designer yang bekerja di Silicon Valley. Tapi, setelah mengingat kembali, aku merasa sangat bersyukur. Dari umur 16–21 aku memiliki 5 pekerjaan, 1. Umur 16 , aku menjadi asisten instruktur di Kumon Learning Center 2. Umur 17 , aku menjadi pelayan di Golden Corral Buffet. 3. Umur 18 , aku menjadi pekerja perakit mobil di NUMMI, sebuah pabrik mobil. 4. Umur 19 , aku menjadi semacam “Ibu Kos” di asrama untuk mahasiswa/i Universitas San Jose. 5. Umur 20 , aku menjadi Kepala Bidang Komunikasi di Universitas San Jose. Kelima tempat itu membantuku untuk berempati dengan orang-orang. Membuatku mengerti apa yang mereka inginkan, butuhkan, dan apa yang memotivasi mereka. Semua hal itu sangat membantu seorang designer untuk membuat User Experience yang lebih baik. Dan…. berikut adalah pelajaran yang aku da...